The A66′ers

26 07 2008

Bukan sekali dua kali saya mendapat pertanyaan-pertanyaan semacam ini:

“Kamu tu tinggal sama siapa sih?”

Then I decided to show you who are the A 66’ers

Here we are:

1. Mas Christ

Bliau adalah arsitek rumah ini. Well, di tahun keduanya di Arsitektur Atmajaya Jogja, tidak mengherankan jika kemegahan rumah ini berbuntut hal-hal aneh dibelakangnya. Tidak usah saya sebutkan satu per satu karena cukup banyak. Sebagai yang tertua (sebelum datangnya mas tomi), bliau selalu berusaha mjd kakak yang baik. Walaupun di semester 11 ini beliau belum juga lulus, tapi ketabahannya untuk tetap datang ke kampus (setelah ‘pergi’ selama beberapa semester) patut diberi applause.. sepupu yang penuh inspirasi

2. Mas Didit

Adik kandung mas Christ ini masuk di Komunikasi Atmajaya juga tahun 2002. Sedang dalam tahap menyelesaikan TA nya. Jika ditanya “kapan lulus, dit?” maka pertanyaan itu dilontarkan pada saya “Kamu kapan,tik?”, saya hanya menatap heran. Lalu ditambahkannya “aku bareng kamu aja..”

Permasalahan klasik memang…

3. Mas Pandu

Ilham ia dipanggil di kampusnya. Ini adalah sepupu saya dari bude yang laen. Seangkatan tapi berbeda umur karena dia satu tahun lebih tua diatas saya. Sebagai seorang ketua HMJ di Jurusannya, dia benar-benar menjadi orang yang sangat jarang ditemui di rumah. Apalagi akhir-akhir ini. Sepertinya, pilihannya untuk melanjutkan di Pertambangan UPN benar-benar dia nikmati. Well, seorang pencinta beatless yang sangat setia.

*. It was my sister here, but she has moved about almost 3 years ago (skip)

4. Me

As you know, it’s me ticka… go to my profile.. then see my pics

Inilah formasi A 66’ers selama kurang lebih 2 tahun. Saya dan 3 orang sepupu saya. Hingga akhirnya datanglah saudari sepupu saya …..

5. Mba Anggi

Yang tidak lain dan tidak bukan adalah adik kandung mas pandu. Terdaftar sebagai mahasiswa HI UPN angkatan 2006 tentulah ia menjadi the most cheerful di rumah ini. Energik dan gaul abisss. Ceplas-ceplosnya kadang membuat saya tertawa.

6. Mas Tomi

Inilah the new comer of A 66’ers. Baru sekitar satu bulan beliau memutuskan tinggal bersama kami setelah sebelumnya ngekos selama beberapa minggu. Mas tomi juga putra pertama dari bude saya yang lain. Pekerjaannya cukup membuat ia terlihat sangat sibuk. Pergi pagi pulang malam… kecuali karena hobi mencucinya di malam hari (seperti kebiasaaan saya juga), agak sulit bertemu dengannya. (will be uploaded soon)

Sepintas, orang-orang melihat kami sebagai komunitas yang sangat individualis. Meski tinggal serumah tapi Jarangnya bertemu dan mengobrol membuat mereka mempertanyakan keakraban kami. Memang sedikit tidak wajar. Terkadang saya bahkan tidak bertemu dengan mereka selama 3 hari. Bukan karena saya atau bliau pergi. Tapi karena saya sudah pergi sejak pagi-pagi sekali, beliau belum bangun. Ketika saya pulang di malam harinya, ganti beliau yang belum pulang. Atau pada kasus lain, ketika saya kembali dari luar kota maka ganti beliau yang pergi keluar kota. Sekilas A 66 tampak hanya seperti rumah singgah. Dan kami bisa saja tidak saling menyapa ketika bertemu di ruang tengah karena memang tidak ada yang perlu kami bicarakan, karena mungkin dia atau saya sedang terburu-buru. Tapi, jika memang perlu kami akan mengobrol. Atau jika kebetulan sama-sama santai (apalagi kalau ada tahu aci goreng atau makanan lain yang aromanya cukup membuat mereka keluar dari sarangnya, hehehe) maka kami akan mengobrol sambil melihat acara TV atau sekedar mengomentari berita di Koran pagi ini dengan akrabnya. Atau jika salah satu dari kami butuh bantuan maka yang lain pun tidak segan-segan menawarkan bantuannya. Well, tidak ada (diantara kami) yang complain tentang kecuekan kami yang sangat bertolak belakang dengan keakraban kami di waktu lain… that’s we are….


작업

Information

댓글 남기기

죄송합니다,로그인을 해야 댓글을 남길 수 있습니다.