“Pulang”, kumcer itu sudah lama berdiri di rak buku. Entah sudah berapa bulan. Ia tidak tebal, mudah saja menghabiskannya dalam sekali waktu. Tapi, baru kemarin saya mengambil dan membuka lembarannya
.
Pulang…. Rasanya sesuai dengan keadaan saya sekarang…..
Tak banyak yang mengira kalau sebenarnya saya pun ingin sekali berada bersama mereka di Tegal. Sekedar makan di pinggiran jalan ato jalan-jalan pagi di alun-alun. Ato mungkin ngobrol-ngobrol bareng adik-adik di SMUNSA n temen-temen main sewaktu SMA dan SMP….
Pppfh,…
“Betah banget sih di Jogja?” biasanya itu komentar mereka. Tidak saya pungkiri. Memang jogja sangat menyenangkan. Tapi, kan ini liburan (halo!!!! Bahkan saya baru menyadari, bahwa ini adalah saat dimana wajar jika seorang mahasiswa pulang, beberapa hari yang lalu). Kampus sepi bgt….. Fiuh….
Setiap nelpon ato sms…
“aku pulang, kamu pulang gak? Ada lustrum loh. Ntar kita mau jalan-jalan bareng. Kamu pulang wis…”.
Bukannya gak mau, tapi gak bisa. Banyak sekali yang harus diselesaikan disini. Dan akan sangat tidak bertanggung jawab jika saya pergi begitu saja dari Jogja dan meninggalkan semuanya dalam keadaan berantakan dan kacau balau. Ini memang konsekuensi dari keputusan saya untuk secepatnya ‘hengkang’ dari FAkultas Pertanian UGM. Konsekuensi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya karena menuntut kontribusi yang tidak main-main. Dan semuanya harus seimbang
. Antara akademik dan lainnya.
Saya hanya perlu bersabar sedikit lagi untuk dapat kembali ke kampung halaman saya tercinta. Tegal, yang walaupun kecil tapi menyimpan banyak sekali kenangan dalam setiap fase hidup yang telah lalu
.
Kepada keluargaku dan saudaraku. Tetep semangat!!!!!
Maaf belum bisa berkontribusi banyak tahun ini. Ingin sekali rasanya pulang dan ada diantara kalian.
Kalau saja…..