because of ….

28 11 2008

Tak kan ada yang mampu menampungnya
Karena sabar tak berbatas……………………….

Tak satupun yang bisa menghitungnya
Karena sayang tak terukur………………….

Dan
Tak seorangpun mampu menaksirnya
Karena cinta tak ternilai……………………


Terilhami dari perjuangan dua wanita demi melihat buah hatinya tersenyum
Mereka adalah para pejuang, mujahidah sejati yang tak kenal lelah memberikan segala daya upaya terbaik sebagai bentuk ikhtiar pada-Nya.

Bibir mereka tak henti tersenyum, mengukir bahagia dalam pedihnya nurani, untuk menunjukkan keceriaan di depan buah cinta mereka
Kaki mereka tetap melangkah, tegar dan sigap dalam lelah yang mendera sendi, untuk tetap berada disamping si mungil
Pikir mereka tetap berputar, terjaga meski kantuk bergelayut di mata, tak sedikit pun bergeser dari tempatnya
Lidah mereka tetap berdzikir, melantunkan pujian untuk-Nya walau terasa kelu, demi kembalinya si kecil
Mata mereka kian sembab, basah oleh butiran bening yang tak jua kering dari mata air ketulusan dan ketabahan

Kepada kalian, dua mujahidah yang sedang berjihad di medan keikhlasan menjaga amanah besar yang telah dipercayakan-Nya.
Tetaplah berada dalam naungan kasih dan sayang Sang Rohman wa Rohim. Penyembuh dan Penyelamat setiap jiwa manusia. Bergantunglah hanya kepada-nya. pada keindahan Islam.


Niscaya jika kau batasi sabar itu, Tuhan. Tak satupun bayi tumbuh menjadi jundi-Mu
Kalaulah kan cabut sayang itu, Rabb. Tak kan ada senyum dalam kehidupan
Lalu
Bila kau lenyapkan cinta itu, Allah.

Aku tak kan mampu menuliskan semua ini……………….

Karena sabar, sayang dan cinta tak tergadaikan oleh apapun





then she cry……

28 11 2008

Menangislah  (a nasheed by Haris Shaffix)


Kau datang padaku, seperti biasa

Kusambut bahagia dengan tangan terbuka

Kau balas dengan senyum seadanya

Kutahu ada sesuatu yang berbeda

Mencoba berkedip, menahan tegar di ujung mata

Dalam pelukku kau curahkan semua

…………………………………………………………

Menangislah dibahuku, ku disini untukmu

Menangislah dibahuku, karena ku sahabtmu

Menangislah……..

Dibahuku kau berikan ku kepercayaan

………………………………….

Untuk itu air mata tlah dicipta

Karena bukan hanya bahagia yang ada di dunia

Menangislah………………………………………………………..


Hujan senja itu hanya turun sesaat, seperti tangisanmu. Mungkin ia hendak meredam suara gemuruh galau hatimu. Atau……. Ia pun turut menangis olehmu? Entahlah….

Dan deras kembali tumpah saat malam itu kau katakan semuanya. Seolah ia juga hendak menyimpan duka mendalam yang kau simpan sejak dulu. Hari ini kau keluarkan semua dan kulihat derai itu begitu deras tak terbendung. Mendung di parasmu tak kian berganti cerah. Dan lidah ini mendadak kelu, tak lagi lancar berucap. Pun ketika deraiku turut mengalir. Kami terdiam dalam istighfar

Kawan, begitu beratnya beban yang kau tanggung. Tak satupun yang kau bagikan padaku. Bahkan lebih dari 10 tahun kebersamaan kita, masih banyak hal yang tak kuketahui dari dirimu. Misteri itu akhirnya terungkap, lepas

Saudaraku, tak seorang pun mampu mengatasi semuanya sendiri. Layaknya sebuah bom waktu, kepedihan yang kau timbun sejak bertahun lalu kini meledak. Menghancurkan tiap semangat dan cinta cita mu. Nyaris tak berbekas menyisakan segenap ke-putus-asa-an dalam benakmu.

Tak ada yang salah, semua telah terjadi dan yakinlah bahwa setiap fase hidup yang kau lewati bertabur hikmah. Ia mengajarkan kesabaran, ketabahan, ketegaran, ketakwaan, keikhlasan dan semua nilai yang membuat tiap waktu yang kita lalui lebih bermakna.

Dan aku masih disini, mencoba memberikan tiap butir cinta yang telah ia berikan. Tetaplah disampingku sobat. Mari berjalan bersisian menatap optimis pada takdir, yang mungkin masih panjang, yang terbentang di depan kita. Serasa karpet merah yang terhampar.

Tetapi ia tidak lurus, ada banyak persimpangan. Jalan lurus itu bertabur duri dan kerikil tajam yang mampu menembus kulit tipis kita. Sedangkan lainnya bertabur emas dan permata tiruan yang kilaunya membutakan mata hati serta nurani.

Karena ku sahabatmu………………..
Wednesday, 11.57 pm
November 26th, 2008





No week end for UGM’ers

9 11 2008

Entahlah.. Mengapa puting beliung ini datang pada hari terakhir kerja saat jam pulang kantor. Jumat, jam 3 sore. Tepat sekali. Sepertinya badai tropis ini masih memiliki empati terhadap keadaan kampus kami kalau-kalau mereka melakukan penyerangan terpadunya di jam-jam strategis, senin jam 9 pagi contohnya. Seperti orang jawa pada umumnya, setiap kejadian pasti masih ada untungnya….

Sabtu pagi, 8 november jam 7 pagi berangkat ke masjid Mardiyah. KRPH tentang ”jelajah hati” dari ustad syatori. Dan selama perjalanan mulai dari perempatan MM sampai tujuan, saya bergidik ngeri. Sengaja tidak melewati jalan pintas antara MIPA-KU sebagai antisipasi terputusnya akses jalan seperti biologi-MIPA. Ternyata kerusakan di kluster fakes* dan BGST** benar-benar parah. Bangunan baru fakultas kedokteran yang megah tampak porak poranda. Masih terlihat bangkai-bangkai gerobak pedagang kaki lima dibalik pohon-pohon besar yang bergelimpangan di pinggir jalan. Nampaknya kemaren sore beberapa orang telah berusaha keras membersihkan jalan. Dilanjutkan kembali pagi ini. Benar-benar pemandangan yang mengingatkan saya pada kejadian Mei 2006 lalu. Sampai di Mardiyah, masjid ini nampak lebih rapi daripada tetangganya (KG dan KU). Sang penjaga sedang menyapu sambil sesekali menceritakan kejadian kemarin pada orang yang bertanya. Saya pun tak dapat menahan senyum ketika melihat atap parkiran yang hilang. Pantas saja terlihat lebih terang… seperti jalan di depan fakultas kedokteran tadi. Untunglah kajian pagi ini tidak di cancel, walaupun sedikit tersendat karena microphone-nya sempat mati.

Well, sambil sedikit mereview kejadian kemarin sore Ustad Syatori memberikan muhasabah pada kami semua. Tentang kerusakan alam di kampus sampai kerusakan moral para civitas akademika. Paparan singkat yang cukup membuat kami tercenung. Semoga kami semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. No one escape if HE have desire it 8 am menuju Masjid Kampus, sepanjang jalan melewati KG (parah. Plang RSKGnya juga jatuh. Pagarnya ringsek), pertigaan GSP (WEW… bringin mistis itu tumbang. Gagal melawan dahsyatnya serangan duet maut hujan-angin), purna budaya (parah banget nget nget… ketimpa apa aja tuh, ga jelas), Gama Book Store yang bahkan belum buka (kacanya pada pecah. Fiuh..), bank BNI 46 (mobil reward-nya udah ga ada. Semoga aja ga jatuh. Man eman je…), KOPMA (ringsek) . Sebetulnya berniat masuk kampus via kopma. Apa daya jalan diblokir. Sempat berhenti dan mencoba merekam apa yang saya lihat sebisanya. Akhirnya saya memutar di depan kampus lama – pertanian sekip. Dan…… sebuah pemandangan menakjubkan pun terpampang disana. Pohon kami yang syuper dyuper buesar (hee.. Maksa banget ya. Soale emang gede banget) T – U – M – B – A – N – G sodara sodara.. Tergolek lemah di halaman tempat dulu kami digojlok saat ospek. Untung saja (lagi lagi…) tak menimpa bangunan kampus tua kami. Fiuh… alhamdulillah…

To be continue…

* Fakultas Kesehatan ** Biologi – Geografi – Sience – Teknik





the perfect collaboration

9 11 2008

UGM heboh… wew…

Jum’at 7 november, sekitar jam 3 sore saya tidak tahu apa sebenarnya sedang terjadi. Saya masih saja Asik mengobrol dengan patner saya ketika seisi kantor berlarian ke luar pintu selatan. Heboh.. Rebut sekali. Yang saya tau hanya awan gelap menyelimuti langit ugm disusul hujan yang sangat deras dan angin super kencang. Tak terelakan lagi barang-barang di luar pun beterbangan. Papan pengumuman juga.. Pot-pot liat berjatuhan..

Tiba-tiba pak deni masuk dan mencari-cari kamera, nampak sekali beliau tidak ingin kehilangan momentum ini. Tanpa panik (seperti yang lain, secara saya tidak tau apa-apa) saya berikan kamera saya pada bliau dan menemaninya hingga ke pintu dan……………….

Subhanallah…. Maha suci rabb-ku.. Sang penguasa alam……
Tanpa henti Angin dan hujan nampak berada dalam koordinasi terbaik mereka dalam penyerangan alami ke UGM. Rasa-rasanya mereka sudah lama menantikan saat ini ”time for UGM attack. Serang ! ! ! ! ! !”
What A perfect partnership
Pohon-pohon besar yang sangat saya suka ketika berjalan-jalan di ugm karena memberikan keteduhannya terlihat sekali sedang berusaha keras mempertahankan eksistensinya dari badai tropis kali ini. Bergoyang kesana kemari. Beberapa pohon yang sudah renta, mungkin, mulai ambruk satu per satu.
Astaghfirullahaladzhim……. Dan walaupun tidak nampak sangat jelas kami menyaksikan gumpalan angin hitam berbentuk corong di sebelah selatan Grha Shaba Pramana – kebanggaan UGM – dan di sebelah barat daya (fakultas kedokteran) bergulung-gulung cukup lama. Saya tergugu… hampir tak percaya menyaksikan kejadian yang tepat berada di depan saya. Sekitar 7 menit saya berada di luar sebelum kemudian memutuskan masuk dan mencoba menyusun puzzle memori di otak saya tentang apa yang baru saja terjadi dan sholat Ashar. Sementara Pak Deni, Pak Rozak dan Bu Zulfa mulai menelpon kembali keluarganya untuk saling member kabar karena khawatir, terutama mengenai keadaan putra-putri kesayangan mereka. Pun demikian dengan mba rumi dan pak gono.

Segera setelah itu langit berubah menjadi sama sekali terang dan hujan pun mereda. Tak sampai 20 menit badai tropis tadi telah berubah menjadi titik-titik hujan yang manis. Jauh berbeda dengan saudara kandungnya, barusan.
Sekitar jam 15.45 kami bergegas mengosongkan kantor demi menyelesaikan urusan-urusan kami selanjutnya. Sepanjang jalan menuju Minomartani bahkan hujan hampir tidak terasa. Jalan dalam UGM yang saya lewati pun tidak menunjukkan kerusakan parah, hanya memang aspal jalan hampir tertutup oleh daun-daun yang rontok. Karena itu pula langit benar-benar terlihat -sangat TERANG- akibat jatuhnya daun dari ranting-rantingnya.
6 pm, sepanjang perjalanan pulang saya mendapati jogja yang lembab, dingin dan gelap, sampai saya tidak melihat potongan divider yang seharusnya saya masuki. Walhasil saya harus memutar untuk sampai ke rumah. Pasrah saja Apa yang terjadi di rumah nanti. Yang penting sampai dulu dengan selamat. Akhirnya motor saya berhenti di depan A 66 yang gelap gulita. Ia lebih nampak seperti rumah hantu daripaada rumah manusia. Hiyy… kosong… gembok yang terpasang di garasi menunjukkan bahwa saya sendirian di gelapan malam rumah nam-nam.

Bismillahirrahmanirrahim… bergegas masuk dan menyalakan sebanyak-banyaknya lilin yang saya temukan karena lampu emergency mati. Sunyi……. Hingga terdengar kecipak air, wew… bagian depan kamar saya banjir. Pasrah… apa yang terjadi di balik pintu kamar saya. Untunglah tidak separah 3 tahun yang lalu, hanya banjir kecil. Alhamdulillah…

Dari sekian banyak pulau di indonesia, mengapa pulau jawa? Dari sekian propinsi di jawa, mengapa jogja? Dari sekian banyak kampus di jogja, mengapa UGM????
UGM… universitas yang cukup terpandang dan tertua di Indonesia kini menampakkan ketundukannya pada sang khalik. Bahwa para cendekiawan, manusia cerdas yang berkumpul sekalipun tak akan mampu melawan kehendak sang penguasa alam

Allah rabbul izzati


”telah nampak kerusakan di laut dan di bumi akibat perbuatan tangan manusia”





satu hAri di rAmAdhAn-ku

6 09 2008

entAh kenapa RAmadhAn kALi ini seAkAN menjAdi RAmadhAn terakhir kaMi di jogja. kAMi pergi ke beberApA kajiAN daN tArAwih bersAma yaNg lain. ramdhAn kALi ini sehARusnyA lebih indah dAri yang lALu kArenA RAmadhAN ini benAR-benaR bebAs dARi laPoran-kuliaH-pAper-prAktikum dAn segAlA kesibukAN akademik-AkAdemik lAinnya. tapi…. rasaNyA adA yang hilANg. mungkin ini yANg dibilANg post power sindrom. fiuh…. hAmpir 7 bulan sAya meninggALkAN tegal. rinduu……. sekALi. ingin rAsAnya kembali ke kAmpung halamaN itu menikmaTi sedikitnya sehARi bersAMA keluARga tersAyAng. mengistirahAtkAN pikiraN yANg (hampir) kelelAhAn. melewATi rAmadhAn bersAmA keluARga yANg sebenaRnyA. rindu ini… sepertinya kian besAR daN hAmpir sAja melubANgi dinding-dinding tekad yAng mulai rAPuh. tembok yANg dibaNgun dengaN segenAp kekuAtAn yaNg Ada itu… kian tipis saja. jogja…. sebuah kota persinggahan yANg sAyA pilih sejaK 4 tAhun yaNg lALu mendAdak tidAk lagi begitu menaRik haTi. tawArAn daN undangAn yaNg mengharuskAn tinggAl di jogja sepertinya tidAk sebaNding dengaN hutAng-hutaNg sAYA pAdA mereka yaNg sehaRusnyA mendapat perhatiAn yaNg lebih. mAAf kAn….. maAf jikA selama ini segalA pembenaRAn membuAt hati ini laLai akAN kewajibAN yang sehARusnyA. rAbb, semogA masih ada kesempatAn memperbAiki semuAnyA. menambAl lubAng-lubANg hatinyA dengAN kasih-Mu. semoga semuA terjAdi tepaT pAda wAktunya. Amin…. -go tegAl- september 7th, 2008. 5.54 Am





what a wonderfull jogja… ^__^

10 08 2008

Hari yang menyenangkan?? Sebenernya sih tiap hari juga menyenangkan, dan pastinya hari ini lebih menyenangkan dari yang kemaren dan semoga besok lebih menyenangkan dari hari ini.
Jogja….. suatu saat pasti saya akan benar-benar merindukan saat mengarahkan motor dari masjid ke masjid. Mulai pagi di Mardiyah- sore ke Masjid Kehutanan n Masjid Syuhada Malamnya…
Akankah waktu berulang….

Jogja emang surganya para pencari ilmu. Banyak sekali ilmu yang ditawarkan dan kita bebas memilih mana yang sesuai dengan waktu dan tentunya…. Anggaran kita. Dari yang gratis sampe yang ekskusif ada semua dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Yang jelas… semuanya menyenangkan.

Hari ini, inspiring dari Zahra, tetangga fakultas. Waktu masuk Mardiyah dengan maksud review materi yang mau diujikan, saya melihat seorang akhwat yang sedang asik menatap copy-an materi ditangannya. Tak ada yang special hingga saya duduk sekitar satu meter darinya dan melihat bahwa kaki kanananya dibalut perban coklat dan ada sepasang krek disebelahnya. Perlu beberapa saat untuk mengenali bahwa saya mengenalnya, Zahra ….?” Dia menoleh dan tersenyum. Karena saya menyukai namanya maka bukan hal sulit untuk membuka file nama-nama teman di memori saya. Baru saja ingin menanyakan perihal kakinya itu, saya sudah harus masuk dan mengerjakan ujian Fiqh. Melihat betapa sulitnya  Zahra berdiri hingga harus dibantu beberapa akhwat saya merasa tersindir. Bagaimana mungkin saya yang masih sehat wal afiat bisa menghabiskan seharian kemarin (sabtu.red) dengan bermalas-malasan (tidak sepenuhnya sih) di rumah. Sedangkan Zahra dengan semangat datang untuk mengikuti ujian semester III-nya.
Rabb, maafkan kelalaian hamba-Mu ini….
Jazakillah yaa ukhty sudah mengingatkan….

Selanjutnya, saat jeda istirahat untuk sholat dzuhur, pooh sms. Ooowww jelas saya kaget, ternyata dia hepatitis. Yah.. walopun emang lagi musim di UGM, tapi kan dia baru aja balik dari tegal. Ko bisa ya?? Untunglah dari 10 soal Akhlaq yang diujikan, 4 nomer terakhir belum pernah diajarkan. So, dipikir lama-lama juga ga bakalan nyampe otaknya mending langsung kerjain aja trus kabur deh… tauk ah. Udah ga focus juga, nganter fitri aja ke Panti Rapih. Yups, positif Hepatitis. Well, dua orang sudah kawanku hari yang sakit. Lagi-lagi kembali bersyukur atas ni’mat sehat dari-Nya.
Cepet sembuh ya Zahra… gunung kidul menunggu kedatanganmu…
cepet baikan ya Fit… time to show up. Do not step back!!!
wish u all the best ^__^

mencoba…..
Bersyukur dengan senantiasa memberikan yang terbaik yang bisa dilakukan.
Bersyukur dengan memanfaatkan semua yang Allah berikan di jalan-Nya
Sebuah komitmen untuk sebuah cita-cita tertinggi. Amin

August 10th, 2008. 10.09 pm
Memasuki Ramadhan, saatnya persiapkah rukhiyah – fikriyah – jasadiyah
Welcome Ramadhan-ku…. ^__^





august or november?

10 08 2008

Menjadi mahasiswa tingkat 4 emang harus selalu siap dengan pertanyaan “Kapan lulus?” ato “udah wisuda ya? makan makan dunks?”.
saya sih paling cuma senyum senyum getuh, tersinggung sih engga, marah juga engga. cuma ya… geli aja. kata orang, anak-anak yang lagi skripsi sih biasanya sensi kalo dah mulai disinggung-singgung getuh. tapi…. secara saya emang belum mengerahkan kemampuan maksimal untuk ini. fiuh… jadi ga sensi deh
semangat itu mungkin tidak menguap tanpa bekas, tapi saya menggantinya dengan pilihan yang saya sadari betul konsekuensi dan segala risiko dibelakangnya.
kamu jadi agustus kan?” ini pertanyaan temen laen yang ngerti betapa inginnya saya selesai bulan ini. yang tau seberapa besar usaha saya untuk menyelesaikan semuanya tepat waktu.
engga, saya merelakan Agustus untuk pertanian“, jawab saya.
maksudnya??tapi udah selese kan?“. saya hanya mengangguk dan )lagi-lagi tersenyum. entah mereka mengerti atau tidak tapi yang jelas banyak yang tidak setuju dengan keputusan itu.
atau mungkin temen2 sekolah, “kamu ga pulang? lagi sibuk ngurusin skripsi yah?”. nyengir aja, kalo gini yang tanya. karena bahkan skripsi saya sama sekali tidak menyita waktu yang saya punya. tidak sama sekali. yah… bahkan liburan pun direlakan…. untuk… siapa ?

dan saya menyadari sepenuhnya bahwa saya mungkin harus mundur (untuk sementara) dari kancah pertempuran Final Project yang sudah saya rancang sedemikian rupa. keadaannya benar-benar menuntut saya untuk all out di tempat lain. bukan pilihan mudah, awalnya pun saya sama sekali tidak rela jika harus mundur hanya karena kampus. tapi… entah siapa yang membalikkan logika-logika yang sudah saya bangun beberapa bulan terakhir ini. (mungkinkah Allah…??entahlah) sehingga saya harus merelakan saat-saat bersejarah itu di bulan lain. mungkin September atau Oktober. atau ….. ah, semoga saja semuanya selesai sampai November.
semoga kesempatan 2 bulan yang diberikan pada saya dapat teroptimalkan sebaik yang saya bisa. semoga bukan hanya pelarian dari kemalasan berfikir karena ini adalah kesempatan yang Ia berikan pada saya untuk dapat memberi sebesar-besarnya kontribusi bagi Kampus Pertanian-ku Tercinta… yang akan segera saya tinggalkan as soon as possible
amin

Kepada adek2ku tercinta di Pertanian 2005-2007
“terimakasih telah mengisi minggu-minggu ini dengan ‘keceriaan’ dan ‘kedewasaan’ kalian. jika terkadang kalian terlihat begitu sigap dan dewasa. namun, ada kalanya kalian menjadi seorang adik yang membutuhkan perhatian kakak2nya. terima kasih telah mengembalikan semangat yang mungkin sempat hilang. terima kasih telah menorehkan saat-saat yang indah di tahun yang (Semoga) terakhir ini”
untuk kalian semua yang tetap bergerak meski kampus belum beroperasi
“maafkan jikalau belum mampu memberikan performance terbaik bagi Pertanian. tapi, yakinlah bahwa kita akan memenangkan peperangan ini. semua hanya soal waktu. jadi, TERUSLAH BERJUANG!!!!!”
untuk Pak Arman dan Pak Muchlis
“maaf atas keputusan saya untuk mengurangi konsentrasi saya disana. akan saya ganti semua ketertinggalan saya segera.”

August 4th, 2008. 9.59pm
dalam harapan untuk menyelesaikan semuanya, secepatnya